Kesulitan Mengatur Waktu Antara Kuliah,Tugas,dan Kegiatan Sehari-Hari

 NAMA: DWI WAHYUNI

KELOMPOK: 10 NEUROTRANS

Menjadi seorang mahasiswa merupakan fase penting dalam perjalanan akademik dan perkembangan diri seseorang. Namun, pada masa ini mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai tuntutan, baik dari segi akademik maupun nonakademik, yang menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik. Salah satu permasalahan yang paling umum dan sering dialami mahasiswa adalah "kesulitan dalam mengatur waktu antara kuliah, tugas, kegiatan organisasi, serta kebutuhan dan kegiatan sehari-hari" Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada akademik tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup mahasiswa secara keseluruhan.

Kesulitan mengatur waktu sering kali muncul tanpa disadari. Pada awal semester, jadwal perkuliahan mungkin masih terasa ringan, namun seiring berjalannya waktu, tugas mulai menumpuk, laporan praktikum semakin banyak, dan persiapan ujian sering datang bersamaan. Ditambah dengan keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, kegiatan kampus, sehingga beban aktivitas yang diterima menjadi semakin padat.

IDENTIFIKASI MASALAH:

Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa adalah tidak teraturnya pengelolaan waktu. Namun, di balik itu ada beberapa faktor penyebab yang saling terkait. 

1. banyaknya beban akademik yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Mahasiswa sering menerima tugas dalam jumlah banyak dan waktu pengumpulan yang berdekatan. Misalnya, dalam satu minggu mahasiswa bisa saja harus menyelesaikan laporan praktikum, membuat presentasi, mempelajari materi untuk kuis, serta menghadiri kelas diskusi. Jika tidak ada perencanaan yang matang, semua tugas tersebut akan terasa menumpuk dan membuat mahasiswa stres.

2.tidak adanya perencanaan harian atau mingguan yang jelas.    Banyak mahasiswa menjalani aktivitasnya secara spontan tanpa jadwal yang terstruktur. Mereka mengerjakan tugas saat mendekati tenggat waktu dan belajar saat ujian sudah dekat. Kondisi ini membuat mahasiswa merasa dikejar waktu dan kehilangan kendali terhadap aktivitasnya. Ketiadaan pengaturan jadwal yang tertib membuat tugas-tugas penting sering terlupakan atau dikerjakan dengan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak optimal.

3. kebiasaan menunda pekerjaan menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Hal ini muncul karena mahasiswa merasa tugasnya terlalu sulit, terlalu banyak, tidak menarik, atau karena adanya media sosial, film, atau aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Kebiasaan menunda ini membuat waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas terbuang percuma. Pada akhirnya, mahasiswa harus bekerja hingga larut malam atau bahkan begadang untuk menyelesaikan tugas yang sudah mendesak.

4. tidak mampu memilah prioritas dengan tepat. Mereka menganggap semua tugas itu penting, sehingga tidak dapat membedakan mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Ketidakmampuan memprioritaskan ini membuat mahasiswa bingung dalam mengatur alur kerja dan menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk memikirkan apa yang seharusnya dilakukan.

5. munculnya stres dan kelelahan mental membuat mahasiswa semakin sulit mengatur waktu. Ketika pikiran sudah jenuh, konsentrasi akan menurun sehingga tugas yang biasanya dapat diselesaikan dalam satu jam bisa memakan waktu dua atau tiga kali lebih lama. Hal inilah yang kemudian memperparah masalah pengaturan waktu dan membuat mahasiswa menjadi stres.

CARA MENGATASI MASALAH:

Untuk mengatasi kesulitan mengatur waktu, mahasiswa perlu menerapkan strategi yang tepat antara lain: 

1.membuat jadwal harian dan mingguan: Dengan mencatat seluruh kegiatan dan tugas yang harus dilakukan, mahasiswa dapat melihat gambaran waktu secara keseluruhan.

2. mengatur lingkungan belajar yang kondusif, seperti mencari tempat yang tenang, mematikan notifikasi handphone

3. menjaga kesehatan fisik dan mental. Tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga ringan dapat meningkatkan energi dan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jika mahasiswa terlalu memaksakan diri hingga begadang, justru produktivitas akan menurun dan waktu yang digunakan tidak akan efektif. Melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, mendengarkan musik, atau berbicara dengan teman juga dapat membantu mengurangi stres.

4. mahasiswa perlu menyadari bahwa kemampuan mengatur waktu bukanlah sesuatu yang tercipta dalam semalam. Butuh latihan, konsistensi, dan kesadaran diri. Dengan terus mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki kebiasaan, mahasiswa akan lebih disiplin dalam mengatur waktu dan menjalani aktivitasnya dengan lebih teratur dan seimbang.

• Selain strategi-strategi tersebut, mahasiswa juga perlu membangun kesadaran diri dalam mengatur waktu. Kesadaran diri membantu mahasiswa memahami pola kerja, jam produktif, serta kelemahan apa yang paling sering menghambat aktivitasnya. Misalnya, beberapa mahasiswa lebih produktif pada pagi hari, sementara yang lain dapat bekerja lebih optimal pada malam hari. Mengetahui waktu terbaik untuk belajar akan membuat mahasiswa lebih efektif dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengenali kebiasaan buruk yang sering menghambat produktivitas, seperti terlalu sering membuka media sosial atau bekerja tanpa tujuan yang jelas.

• Mahasiswa juga dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktu dengan menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dapat berupa menyelesaikan tugas mingguan atau memahami materi kuliah tertentu, sedangkan tujuan jangka panjang dapat berupa menyelesaikan semester dengan nilai baik atau meraih prestasi akademik tertentu. Dengan adanya tujuan, mahasiswa akan lebih termotivasi dan memiliki arah yang jelas dalam belajar. Menetapkan tujuan juga membantu mahasiswa mengevaluasi apakah waktu yang digunakan sudah sesuai dengan apa yang ingin dicapai.

• Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk mencari dukungan dari lingkungan sekitar, baik teman, keluarga, maupun dosen. Berbagi cerita atau berdiskusi mengenai kesulitan akademik dapat membantu mahasiswa mendapatkan sudut pandang baru, tips efektif, atau bahkan bantuan langsung ketika menghadapi kesulitan tertentu. Dengan dukungan dan komunikasi yang baik, mahasiswa tidak akan merasa tertekan dan lebih mampu mengelola waktunya dengan bijak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Materi PKKMB prodi

Banjir Peminat, Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru